Rancanganku bukanlah rancanganMu

Segala Perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku

Dear Blog,
Sebenarnya blog di friendster ini sudah tidak aktif lagi untuk tulisan-tulisan yang sifatnya reflektif karena sudah dipindah ke blog baru saya di http://www.istunta.blogspot.com  dengan nama Jurnal Refleksi Diri.Tapi entah kenapa hari ini blogger susah sekali dibuka jadi karena sudah ngebet pengen nulis akhirnya rencana itu diabaikan saja.Yang penting libido tersalurkan hehehe.

Refleksi dimulai dari quote ayat firman Tuhan diatas yang saya cantumkan juga di profil friendster saya ini. Sejak di jakarta harus saya akui banyak hal yang saya rencanakan tiba-tiba hancur berantakan dalam waktu beberapa bulan. Hal ini membuat saya harus berjalan tidak tentu arah dan cenderung nekat tanpa strategi (hanya coba-coba). Bahkan tekanan juga muncul dari luar diri, baik dari lingkungan, keadaan dan juga keluarga. Satu hal yang membuat saya tetap yakin atas apa yang Tuhan janjikan pada saya adalah firmanNya.

Dia selalu memberikan kekuatan padaku disaat dimana diri ini tidak mampu menangung segala perkara yang datang seperti angin puting beliung. Saat dimana kelelahan begitu menguasai hadiratNya seperti setetes embun ditengah padang gurun.Hanya satu hal yang seringkali membuat kebimbangan terkadang muncul adalah saat-saat dimana rancanganNya tidak sesuai dengan rancanganku.Apa yang aku bayangkan ternyata berbeda dengan yang Dia rencanakan.

Disinilah saat-saat tersulit untuk tetap berpegang pada iman ketika segala sesuatu tertutup dan seolah-olah tidak ada jalan.Tapi uniknya saat ini masih ada satu jalan yang terbuka, dan jalan itu secara rasio begitu melelahkan dan penuh dengan rintangan. Sempat berpikir untuk buat jalan sendiri, ternyata hari ini "terbukti" sudah bahwa rancanganku bukanlah rancanganNya. Jalan itu tertutup bagiku.

Tahun 2007 sebentar lagi berakhir dan bulan Desemberpun akan segera datang. Ini berarti memasuki 8 tahun perjalananku bersamaNya. Jika kurenungkan perjalananku, justru banyak sekali ketidaksetiaan yang kutunjukkan daripada ketaatan kepadaNya. Tapi Dia selalu saja dengan kasihNya menunjukkan kebaikan dalam hidupku. Hidupku dikuasai oleh kesepian, dimana tiada keluarga, sahabat yang mencintaiku sebagaimana apa adanya. Hanya Dialah yang memberiku pengharapan untuk tetap hidup dan percaya bahwa dalam dunia ini masih ada Kasih Tanpa Syarat.

Entah sampai kapan aku akan tetap berjalan dalam badai ini. Ingin sekali menikmati pelangi yang indah itu. Dimana aku bisa bernafas lega dan bersuka cita.Berlari-lari dalam taman kebahagiaan dimana tidak ada tangisan dan kebimbangan.Dengan penuh kepuasan kutatap hasil karyaku yang kupersembahkan padaNya.Dan kulihat dia tersenyum kepadaku dan berkata: "Anakku aku bangga kepadaMu".

Kapan itu terjadi?Jika aku tetap berjalan dalam rancanganNya bukan dalam Rancanganku. Hal tersebut pasti akan terjadi.Bukan mimpi, bukan angan-angan tapi semuanya menjadi kenyataan seperti apa yang Dia janjikan.

Amin. Terjadilah menurut kehendakMu Bapa.

Leave a Reply