Renungan Paskah

Isa

Chairil Anwar (1943)

Itu Tubuh

Mengucur darah

Mengucur darah

Roboh

Patah

Mendampar
Tanya: aku salah

Kulihat Tubuh mengucur darah

Aku berkaca dalam darah

Terbayang terang di mata masa

Bertukar rupa ini segera
Mengatup luka

Aku bersuka

Itu Tubuh

Mengucur darah

Mengucur
darah.

Dear Blog,

Lama tidak menulis disini, mungkin ada beberapa sahabat yang rindu akan tulisan saya. Ada beberapa hal yang belum sempat saya post yaitu mengenai Renungan perpindahan saya dari Bali ke Jakarta dan Pidato Wisuda saya yang agak sentimental itu :).. Maafkan saya kawan-kawan, pasti nanti saya akan post tulisan-tulisan itu.

Saat ini saya akan berbicara tentang Paskah. Bagi murid-murid Kristus moment ini adalah yang terpenting. Saat pembebasan dan pelepasan dimana jiwa-jiwa yang tertawan dimenangkan. Namun tidak banyak orang Kristen yang sadar, dibalik semua kabar gembira itu ada kematian yang sangat memilukan. Seorang manusia yang tidak berdosa menjadi tumbal karena pemberontakan kita. Iya,kita anak-anak terhilang yang sering sombong akan kemanusiaannya. Sehingga merasa dirinya Maha Luar Biasa.Namun kenyatannya adalah debu dan akhirnya kembali kepada debu. Tiada satupun yang mampu menyelamatkan dirinya sendiri, yang ada hanya kebinasaan.

Semuanya sia-sia, tidak ada manusia yang sempurna oleh karena itu tidak ada yang dapat mencapai yang Maha Sempurna. itulah dasarnya kenapa Sang Maha Sempurna turun dan masuk dalam tubuh manusia yang bernama Yesus agar manusia yang tidak sempurna dapat mencapai Tuhan Yang Maha Sempurna.Apakah sesederhana itu?

Manusia yang berdosa harus dihukum karena dosanya. Sebab Upah dosa adalah maut. Itulah sebabnya sampai saat inipun dunia ini tetap dipenuhi oleh orang-orang brengsek yang dengan berbagai topengnya seringkali berlagak suci.Padahal pada dasarnya kejahatan dan kemunafikan. Oleh karena itulah sebabnya Yesus yang Maha Sempurna harus masuk dalam kematian agar segala hukuman yang  harus diterima oleh manusia yang tidak sempurna ditanggungkan kepadanya. Tapi apakah Yesus harus kalah dalam kematian?

Meskipun Maha Sempurna harus mengosongkan dirinya sampai titik terendah ketidak sempurnaan yaitu kematian namun kebangkitan Yesus dari dunia orang mati adalah bukti bahwa melalui Dia ada kehidupan di dalam kematian. Inilah janji yang dikatakan Yesus bahwa Dia adalah Jalan Kebenaran dan Hidup, tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kecuali melalui Dia.

Apakah cukup sampai disitu? Jika melalui Dia ada keselamatan dan kehidupan kenapa saat ini dunia bukannya tambah baik, tetapi tambah bangsat????

Sabar kawan… Rupanya Sang Maha Sempurna masih tetap memberikan kehendak bebas untuk memilih. Bapa kita ini sangat demokratis, dan tidak mau bersikap otoriter. Dia memberikan kesempatan yang cuma-cuma alias gratis. Namun banyak manusia yang masih berpegang pada usahanya sendiri, logikanya, kepercayaannya dan senang dengan jalan yang menantang namun menyesatkan. Sebagaimana pepatah yang mengatakan banyak jalan menuju roma bukan? Tapi apakah manusia bisa membuat jalan menuju Tuhan kecuali Tuhan sendiri yang membukakannya?

Mungkin ada yang mengatakan hal itu omong kosong saja. Kita masih di dunia, jadi mengenai "akhir dari perjalanan" itu perbincangan nanti saja. Toh hal itu masih butuh pembuktian.Memang benar, tidak ada yang bisa memberikan jaminan. Tapi pertanyaannya kenapa harus memilih jalan yang sulit kawan?

Okelah kita berbicara tentang hidup sekarang. Manusia yang telah masuk dalam perjalanan kesempurnaan tentunya akan hidup menurut standar kesempurnaan. Karena itulah segala hal yang berbau duniawi dijalani dengan standar surgawi. Jika tidak konsekwensinya adalah kembali masuk dalam perbudakan dalam ketidak sempurnaan. Oleh karena itulah makanya dunia ini tidak pernah berada dalam keadaan ideal dimana semuanya itu sempurna, sebab mayoritas dunia ini masih tetap diisi oleh orang-orang yang senang hidup dalam ketidak sempurnaan.Bagaimanakah mau berharap akan suatu dunia  yang tidak sempurna?

Oleh karena itu sebelum anda berakhir dalam ketidak sempurnaan, renungkanlah jalan yang sedang anda lewati saat ini. Siapa tau anda sedang menuju dalam jalan kebinasaan :)…

Selamat Paskah

Leave a Reply