Archive for January, 2007

“Catatan berharga di bulan januari”

Friday, January 19th, 2007

Dear Blog,
Sebenarnya dari kemarin saya lagi kepingin nulis tentang pengalaman baru bekerja dalam event indonesian Idol, namun karena satu lain hal niat itu tidak bisa dipublikasikan untuk menjaga keharmonisan dan kualitas tulisan di blog ini :) serta menjaga dari kemungkinan adanya oknum-oknum yang bisa tersinggung dengan tulisan saya yang tentunya sekali mengalir tidak akan mengenal batasan..

Januari merupakan awal dari setiap tahun yang baru. Langkah kecil untuk setiap perubahan di tahun berikutnya juga diawali di bulan januari. Biasanya di bulan ini setiap pegawai kantoran dibebani dengan tugas-tugas kerja yang menumpuk dan tentunya tidak lupa target-target yang harus dicapai di tahun ini juga harus sudah ada.Bagi yang masih mahasiswa banyak universitas yang mengadakan ujian akhir semester di awal bulan ini. Sehingga cukup beralasan apabila saya mengatakan bulan januari adalah bulan yang menyibukkan.

Nah sekarang apa hubungannya dengan kehidupan saya secara pribadi ???? Sebenarnya cukup mengherankan juga, di awal tahun ini saya tidak begitu mengalami tekanan yang besar dengan beban kerja ataupun tugas-tugas rutin yang menumpuk. Meskipun ada beberapa pekerjaan yang saya dapatkan (Indonesian Idol and acara wedding besok) namun hal tersebut tidak banyak menyita waktu saya. Bahkan waktu khusus untuk membacapun agak sedikit berkurang. Entah kenapa hal ini bisa terjadi, namun mungkin saja ini bagian dari proses alamiah dari pribadi saya untuk memulihkan kondisi sebelum memasuki masa transisi.

Meskipun porsinya tidak berkala, namun seringkali diselingan waktu-waktu kosong selalu saja ada moment-moment khusus yang membawa pikiran untuk merenungkan langkah-langkah teknis untuk apa dan bagaimana perjalanan yang akan saya tempuh berikutnya. Secara sadar saya mulai diarahkan untuk mulai berpikir pragmatis dan realistis. Namun tentunya sentuhan idealisme tidak serta merta hilang dalam landasan berpijak dalam membuat keputusan.Hal ini seolah-olah membawa saya dalam dunia baru, yang sangat berbeda sekali dengan tahun kemarin. Saat ini kesadaran akan sebuah tanggung jawab jauh lebih besar dan hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Kecuali siap dengan konsekwensi logis yang timbul apabila mengabaikannya.

Sekarang, apakah cukup jika semuanya sampai pada tahap memikirkan? nah ini adalah homework yang harus saya kerjakan. Mungkin setelah ini saya akan mulai membuat "Life Plan" 1 tahun kedepan. Saat ini bahasa yang harus digunakan adalah bahasa yg lebih konkrit dan jelas. Untuk itu saya akan mencoba membaca ulang beberapa buku yang dahulu membangunkan saya dari tidur seperti: Berpikir dan Berjiwa Besar,7 Habbits of Higly people dan Peta Jalan Menuju Sukses. Selain itu buku-buku baru seperti time management dan Succes Proppossal berada pada waiting list berikutnya.Hal ini merupakan tahapan brainstroming sebelum masuk dalam tahapan perencanaan strategis. Targetnya akhir  bulan januari semuanya harus selesai sebelum perjalanan baru dan petualangan baru segera dimulai.
Semoga ini bukanlah hanya sekedar angan-angan dibulan januari, namun merupakan catatan berharga dibulan januari…

Coba katakan
apa yang akan engkau kerjakan
stop untuk hanya memikirkan
dan tebar pesona
saatnya untuk mulai berkarya
untuk suatu tujuan
suatu kehidupan yang lebih bernilai
untuk dirimu dan sesama

Selamat berjuang kawan!!!!!

“Hanya milikMu”

Saturday, January 6th, 2007

Melihat wajah dan senyumannya
menimbulkan kerinduan untuk menemuinya
namun kesan yang timbul sejak saat itu
membuatku malas untuk kembali menghampirinya

Memang dia tambah manis dan cantik
tapi setiap terpaku dengan pesonanya
bukanlah keindahan yang aku rasakan
tapi memori masa lalu yang kembali terputar dalam pikiranku

Entah kenapa bagian itu belum terhapus dalam ingatanku
rasanya belum sembuh benar luka itu
padahal itu sudah lama sekali
udah bertahun-tahun bahkan

Sungguh aneh dan menyiksa
sepertinya secara psikologis aku sakit
tapi terkadang hal itu hanya seperti de javu
tiba-tiba pergi dan kembali

Pulihkan aku Tuhan
aku mau benar-benar total takluk padaMu
bosan jiwaku dengan pemberontakan
jenuh hatiku dengan kenajisan

Sepertinya perjalanan baru
yang bentar lagi kulewati
sangat tepat untuk mulai meninggalkan semuanya
hilang dalam kenangan masa lalu

Semuanya kembali pada permulaan
awal dari suatu langkah
dimana yang ada hanya gairah dan harapan
akan tercapainya cita-cita dan impian

Bawa aku terbang bersamaMu
mengalirkan air kehidupan
kemana Engkau menuntunku
untuk menjadi cahayaMu

Jangan biarkan aku tersesat lagi
dalam sesuatu yang semu
aku ingin hidup dalam kebenaranMu
dalam setiap langkahku

Cintaku
Hasratku
Idealismeku
hanya milikMu

“panggilan untuk kembali”

Thursday, January 4th, 2007

Wahai manusia
sungguh mulia diantara seluruh makhluk
unik dan berbeda satu sama lain
seperti bunga dengan aneka warnanya

Namun sayang keangkuhan hatimu
merusak segala sesuatu
yang ada pada genggamanmu
bahkan menjadikannya hilang tanpa bekas

Engkau tercipta untuk suatu tujuan ilahi
tapi kenapa pemberontakan dan kebebalan
selalu menarik dan menyenangkan
dalam setiap pilihan dan kemauaanmu?

Sungguh menyedihkan nasibmu
tertimpa kebinasaan dan kehancuran
sampai kapan engkau mengeraskan hatimu
dan berkata tidak pada suara kebenaran?

kembalilah dalam pelukan Bapamu
ada cinta yang sanggup memulihkanmu
tanpa menuntut suatu apapun
yang ada hanya kerinduan untuk memelukmu

Saat semua orang meninggalkanmu
tidakkah Dia tetap berada disampingmu
meyakinkanmu bahwa engkau aman
dalam gendongan kasihNya

Lupakah engkau pada saat-saat itu
dimana sukacita dan kebahagiaan
menjadi perhiasan dalam melewati hari-harimu?
pulanglah karena Dia tetap dengan sabar menantikanmu
Untuk kembali

“Selamat Tahun Baru”

Monday, January 1st, 2007

Dear Blog,
Tidak terasa 1 tahun begitu cepat berlalu. Suka dan duka menjadi warna dalam perjalanan selama 1 tahun. Kalau melihat flashback ternyata apa yang telah di capai tahun ini jauh dari apa yang di rencanakan. Sebagaimana tema yang menjadi motivasi dalam melewati tahun 2006 yaitu tahun kemuliaan, jika berbicara jujur persentase pencapaiannya adalah 40%. Sejauh ini pemberontakan dan kesombongan hati masih lebih dominan dan tentu saja kemuliaan yang dimaksud sifatnya hanyalah sesuatu yang duniawi. Susah memang untuk menundukkan diri secara penuh dalam otoritas Sang Kebenaran. Daging ini lebih senang dengan sesuatu yang memabukkan daripada latihan ketaatan.

Namun tuntutan untuk wajib masuk dalam kedewasaan mewarnai pola pikir dalam  melangkah di tahun 2007.

Kesadaran bahwa perjalanan yang tidak senyaman tahun-tahun sebelumnya membawa pribadi ini untuk mulai realistis dalam memandang kehidupan. Masa-masa untuk bersenang-senang dan bersantai sepertinya sudah tidak cocok lagi untuk diterapkan. Hanya bekerja keras dan keberanian untuk menerobos badai yang menjadi rekomendasi yang paling cocok dalam menghadapi tahun 2007. Sama seperti tahun kemarin ketidakpastian menjadi variabel yang sangat sulit untuk diperhitungkan. Yang berbeda dampak psikologis dalam bentuk kekuatiran terasa lebih kental ketimbang tahun kemarin. Mungkin ini disebabkan oleh situasi sekarang yang lebih banyak menuntut untuk lebih banyak menghasilkan daripada hanya sekedar menjalani proses. Bahkan perasaan terasing dalam kesendirian mungkin akan banyak mewarnai perjalanan tahun ini. Saat-saat seperti ini seringkali menjadi bagian paling mengasikkan dalam setiap babak perjalanan. Hal ini disebabkan oleh tingkat kesadaran untuk keluar dari alam mimpi lebih besar ketimbang keinginan untuk berkubang dalam angan-angan.

Tema tahun ini adalah the year of dominion. Secara filosofis memberikan harapan bahwa dalam tahun ini segala sesuatunya dapat tunduk dalam dominasi total otoritas Ilahi. Ajakan untuk kembali pada titik nol adalah suatu keharusan untuk dapat memaksimalkan potensi yang tertidur. Itulah yang menjadi inti the year of dominian bahwa segala sesuatunya kembali pada dominasi Tuhan dalam kehidupan pribadi. Dengan Dia keyakinan untuk tidak tunduk pada dunia kemunafikan dan pilihan untuk kompromi bukanlah sesuatu yang omong kosong saja. Idealisme untuk tetap berjalan dalam kebenaran pasti akan tetep tidak ketinggalan zaman jika Dia tetap ada di dekatku. Senyuman kemenangan dan sorak kegirangan menjadi kepastian dalam menghadapi segala tantangan yang ada di depan sana. Ketakutan dan kekhawatiran akan dihapuskan dalam kamus perenungan dan tindakan.

Akhir kata tahun ini saya awali dengan doa: "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku".
Amen