KASIH YANG MENGHIDUPKAN
aku melihat
diriku
dalam bayangan
kegelapan
Hanya ada
keterbatasan berbalutkan kelemahan
tidak ada harapan
hanya ada
penyesalan dan pertanyaan
kenapa ada
kehidupan?
aku melihat
keluargaku
diselimuti kabung
kematian
hanya ada kesedihan
tidak ada
kebahagiaan
hanya ada
suara-suara kecil
yang rindu adanya
kesatuan
namun kenyataan
mengatakan
kami bernyanyi
dalam kesepian
dengan
mimpi-mimpi semu
akan adanya pemulihan
pikiranku kembali
menanyakan
kenapa ada
kehidupan?
aku melihat
duniaku
Dunia yang
dipenuhi kenajisan
kejahatan
bertopengkan kemunafikan
menjadi sajian
memuakkan dalam keseharian
kebencian dan
pemberontakan
menjadi cerminan
jiwa-jiwa yang bosan
dengan segala
kesesakan dan penderitaan
orang-orang berlari
tanpa tujuan
kebinasaan dan
kehancuran
seolah-olah
menjadi takdir setiap insan
jeritan-jeritan
hati yang tertawan
menggema dari
ujung-ujung jalan
semuanya rindu
akan adanya pembebasan
dimana tidak ada
lagi air mata dan kesesakan
namun tidak ada
satupun tempat
yang masih dipenuhi
kedamaian
pikiranku kembali
menanyakan
kenapa ada
kehidupan?
Enyahlah wahai
pekat malam
tidak ada terang
yang akan
membuatmu merasakan kehidupan
semuanya hanya
angan-angan
Teruslah bertahan
dalam kematian
dan teruslah
bertanya kenapa ada kehidupan?
Hening…….
Dalam kesunyian
aku mendengar
ada suara yang
berseru-seru dipadang gurun
Masih ada
kehidupan
masih ada oasis
yang bisa
memberikan kelepasan
dari kedahagaan
Dalam ketidak
percayaan aku mendekat pada harapan
Dengan keraguan
aku menghampiri
Tahta suci yang
dikelilingi cahaya lembut
yang memberikan
kedamaian dan sukacita
Ada suara berkata ”Aku mengasihimu”
Pikiranku mencari
dan bertanya
Suara siapa itu?
Lembut terdengar
semakin keras
”Aku mengasihimu”
Kasih?
Bohong….
Semuanya itu
dusta…
beraninya Engkau
berkata seperti itu
emangnya Engkau
siapa?
Akulah Yang Awal
dan Akhir
Kebenaran dan
kehidupan
yang membebaskan
dan memulihkan
yang menyembuhkan
dan menguatkan
Aku yang ditolak
dan disalibkan
Aku yang
menanggung penghukuman agar engkau dibebaskan
Aku yang menerima
cambukan agar engkau dipulihkan
Aku yang disiksa agar engkau disembuhkan
Aku yang turun ke
dunia kematian kematian agar engkau dihidupkan
Aku yang
dibangkitkan agar engkau memiliki pengharapan
Sekarang
bangunlah
bangkitlah wahai
pahlawan
engkau sudah lama
tertidur
bukalah hatimu
percayalah
pada-Ku
Aku akan
memulihkanmu
Hening…..
Suasana kudus
yang membuatku nyaman
menyelimuti tubuh
yang berdosa
malaikat-malaikat
surga datang melayani
menyanyikan
simponi-simponi surgawi
yang begitu indah
mengalun
membuatku terbang
dan melayang
dalam kebebasan
dan kedamaian
yang tak
terlupakan
Satu detik tak
terduga
saat dimana
logika tidak mampu menjelaskan
ketika hati
diterangi oleh cahaya suci
yang begitu
hangat dan lembut terasa
menyinari setiap
sisi gelap di hidupku
membuka setiap
pintu-pintu yang terkunci
membebaskan jiwa
yang terbelenggu oleh nafsu
Satu kata cinta
menyentuh hati
membuatku
menemukan arti
bahwa aku tidak
sendiri
setiap pengalaman
memberikan makna
bahwa ada sesuatu
yang berharga
yang menjadi
alasan kenapa ada kehidupan
Seketika itu juga
terbukalah hatiku
runtuhlah setiap
kubu-kubu pertahanan
yang membuatku
tertawan
setiap luka yang
busuk yang tak terobati
sembuh seketika
dengan satu pelukan
semua beban-beban
yang membuatku sulit bernafas
hilang seketika
dengan satu sentuhan
Air mataku
berjatuhan
bibirku tak mampu
berucap
Untuk pertama
kalinya
Aku merasa
diterima Sebagaimana aku ada
Untuk pertama
kalinya
Aku merasakan
pribadinya benar-benar Nyata
Untuk pertama
kalinya
Kematian berlalu
dari pikiranku
Sungguh hatiku
terpesona
Dengan
kehadiranNya
tanpa suara dan
tanpa kata
aku memandang-Nya
dengan penuh ucapan syukur
untuk pengalaman
yang tak terlupakan
Kasih yang
menghidupkan
yang membuatku benar-benar
hidup.
Terima kasih
Tuhan….
dari aku yang
dihidupkan …..