Archive for June, 2006

“Happy Day”

Saturday, June 24th, 2006

Thanx God .. Thanx God

My Mouth can’t stop to worship you

You has done the miracle again in my life..

I’m sory for the last time i make much mistake..

But now i know without you i’m nothing..

This is my Hapy Day..

The Day you show ur greatfull shelter..

Oh.. Happy Day :)

“Kejujuran”

Wednesday, June 14th, 2006

Sang Guru berkata, Jika IYa katakan Iya, jika tidak katakan tidak.
Sebuah Integritas yang mulia dari seorang manusia Jika dia mampu mengendalikan dirinya untuk menyuarakan suatu kebenaran.Dimana dia bisa senantiasa berkomitmen untuk berpegang pada sebuah kejujuran apapun kondisinya.Sesuatu yang ideal dan sangat filosofis dan langka sebagai sebuah gaya hidup dalam Dunia modern ini yang nyaman dengan hidup di dalam Area Aman meskipun dalam posisi yang Abu-abu dan hal tersebut terkesan aneh jika seseorang masih mempertahankan Kejujuran.
Sebagai seorang Pribadi yang ingin hidup berkenan dihadapan Tuhan, kejujuran adalah kerinduan untuk senantiasa dipraktekkan dalam kehidupan.Namun ironisnya, dalam hal ini seringkali manusia yang tidak sempurna dikalahkan oleh karena kepentingan pribadinya yang lebih mengedepankan Ego "AKU" yang dominan.
Hari ini adalah waktu dimana segala kebohongan yang ditanam dalam jangka waktu yang lama akhirnya dituai dengan perkataan-perkataan bijaksana yang menusuk hati.Kesalahan ini dibongkar dan dihakimi dengan begitu vulgar tanpa tedeng aling-aling.Akhirnya saya sadar bahwa ternyata nilai kejujuran lebih baik diperhatikan untuk tetep mendapatkan sebuah kepercayaan.Lebih baik membangun sesuatu yang keluar dari dalam hati daripada hanya sekedar topeng yang bila dibuka menunjukkan wujud asli yang penuh kemunafikan…

Karena itulah belajarlah dari Sang Guru tentang sebuah kejujuran, jadikanlah itu gaya hidupmu dan saksikanlah kejutannya dalam hidupmu.

“Semua ada Waktunya”

Saturday, June 10th, 2006

Apa yang membuatmu menangis kawan?
Kenapa juga kebahagiaan bisa engkau rasakan?
Tiada kebahagiaan yang kekal
Begitupun juga tiada keabadian dalam kesedihan
Keduanya datang dan kembali mewarnai Perjalanan Hidupmu
Biarkan mereka terukir sebagai tanda sejauh mana engkau sudah melangkah
Biarkanlah hatimu menyimpannya sebagai sebuah kenangan
Tenang saja, suatu saat semuanya akan berakhir
Segalanya akan tiba pada kesudahannya
Saat sukmamu kembali kebumi
dan rohmu kembali pada Sang Ilahi

“Menggali Reruntuhan Pancasila sebagai ideologi Bangsa”

Saturday, June 3rd, 2006
Hari ini tanggal 1 Juni negara Indonesia
kembali memperingati hari lahirnya Pancasila sebagai sebuah pandangan
hidup Bangsa Indonesia.Para pendahulu kita dahulu kala sudah terbiasa
dengan pemahaman berbagai macam pandangan hidup masyarakat dunia bahkan
masyarakat adat Indonesia yang beragam.Sehingga tidaklah cukup
mengejutkan jika bisa melahirkan sebuah karya Adi Luhung yang bernama
Pancasila sebagai Norma Dasar Pembentukan negara ini.

Namun dalam perjalanannya saat ini, ternyata Rakyat Indonesia yang
seharusnya merdeka dari pikiran magisnya malah terbelenggu dalam
pikiran yang terkotak-kotak dan mulai terpecah-pecah menjadi
kelompok-kelompok Bangsa di dalam sebuah Bangsa.Kelompok-kelompok yang
membawa bendera-bendera agama, suku, ras mulai berlahiran kembali
seolah-olah kelompok tersebut tidak hidup dalam sebuah bangsa yang
memiliki keberagaman.Penetrasi ideologi asingpun mudah masuk dan
memecah belah elemen-elemen bangsa ini sehingga menimbulkan pertanyaan
benarkah Pancasila masih merupakan Pandangan Hidup Bangsa ini???Hal ini
menunjukkan bahwa Indonesia kembali mengalami kemunduran berpuluh-puluh
Tahun dimana sebelum ada Indonesia negara ini terkotak-kotak oleh
semangat kedaerahannya.Padahal Pancasila dengan Bhineka Tunggal Ika
sebagai "Ide utamanya" merupakan bentuk proklamasi dari terbebasnya
Indonesia dari pikiran-pikiran magis tersebut, namun lucunya justru
Rakyat Indonesia malah terjebak dalam "stigma magis" dari
Pancasila.Pancasila dianggap seolah-olah jimat yang memiliki kesaktian
yang mampu bertindak sendiri tanpa dibatasi oleh ruang dan
waktu.Pancasila dianggap dapat terbang dari sabang sampai merauke untuk
mengampanyekan pentingnya Persatuan dan kesatuan Bangsa.Bahkan
Pancasila dianggap dapat memancarkan wibawanya kesuluruh dunia dengan
sendirinya tanpa harus ada yang menceritakannya.Kenyataannya Pancasila
itu tidaklah sesakti itu.Pancasila hanyalah hasil buah pikir manusia,
namun bernilai mulia.Pancasila dapat hidup jika seluruh Bangsa
Indonesia ikut hidup di dalamnya.Pancasila di dalam Indonesia dan
Indonesia di dalam Pancasila sebagai satu kesatuan.Didalam Pancasila
terdapat visi-visi Bangsa ini untuk mengarungi lautan Dunia dalam
perjalanannya sebagai sebuah Negara.Tanpa Pancasila, habislah
Indonesia.Sebab Indonesia ada karena para pendiri Bangsa ini menjiwai
Pancasila sebagai pandangan kebangsaannya.Oleh karena itu meskipun saat
ini Pancasila sebagai pandangan hidup Bangsa sudah menjadi puing-puing
reruntuhan, marilah kita kembali menggalinya dan menyusunnya kembali
sebagai sebuah Ideologi yang menunjukkan Indonesia dalam pergaulan
masyarakat Dunia.

Jika keinginan untuk kembali mencari hakekat Pancasila itupun sudah
musnah dalam saraf keinginan kita, maka melalui tulisan ini saya
mengatakan Selamat tinggal Indonesia, dan selamat datang "Kebinasaan
sebuah Bangsa".

Reply With Quote