Archive for May, 2006

“Dilema dalam mengambil Keputusan”

Wednesday, May 24th, 2006

Tadi aku melihatnya
Hatiku kembali terusik
Dan otakku terdesak untuk mempertanyakan kejelasan dari semuanya
Ini tidak bisa dibiarkan
Karakterku dimatikan dan kepercayaan diriku dimusnahkan
Tapi apakah dengan "menyelesaikannya" semuanya,persoalan itu dapat dihentikan??
Atau haruskah aq melupakannya dan menganggap bahwa hal itu biasa saja??
Tapi itu juga berbahaya sebab bisa melahirkan sebuah Trauma
Cukup sudah..
Saatnya untuk bertindak dan berontak
Dari pada semuanya ngambang
Ini sudah membuatku menggunakan Perasaan
Logikaku tidak sanggup lagi untuk memikirkannnya
Sebab ujungnya sudah kuprediksi
Sejak pertama kali aku memasuki dunianya
Indah tapi penuh dengan pusaran kegelapan
Manis tapi pahit untuk dikecap
Menyembuhkan tapi Racun yang perlahan mematikan
Membebaskan   tapi perlahan Membelenggu kemudian menghancurkan

Oh God….

Beranikah AQ untuk menghadapinya??
Sampai kapan Aq harus menunggu dan berdiam diri??
Pilihan apa yang harus aq ambil???

Benar-benar rumit…

Malam ini harus kuputuskan, apapun konsekwensinya……
Bagaimanapun juga harus ada akhirnya…
Itupun sudah kupikirkan sejak dahulu kala :)

Selamat, akhirnya semuanya terjadi kembali….

“Renungan di bulan Mei”

Saturday, May 20th, 2006

Minggu ketiga di Bulan Mei sudah kulalui.Banyak kejadian yang memberikan pengalaman-pengalaman baru kepadaku.Meskipun tekanan yang kuhadapi, bisa saja membuatku untuk mundur, tapi pilihan untuk bertindak bodoh tidak akan aku ambil.Bisa saja ada jalan keluar di depan sana, karena justru dibalik setiap kesulitan ada tantangan untuk mencari jalan keluar dan berdiri sebagai seorang pemenang.

Tuhan banyak membukakan mata rohaniku melalui setiap kejadian-kejadian  di bulan ini.Bahkan kabar tidak mengenakkan dari Papa beberapa hari yang lalu kembali menyadarkanku agar tetap berlari dalam perlombaan yang telah ditetapkan Tuhan kepadaku.Meskipun secara manusiawi lemah, tapi kekuatan yang sejati tetaplah berasal dari pada Tuhan.Pengharapan itulah yang selalu memotivasiku agar tidak menjadi anak gampangan.Jujur saja dalam daging ini terkadang merindukan waktu-waktu khusus untuk bermanja-manja dan bersenang-senang, tanpa harus berpikir keras dan menghabiskan energi melewati badai.Hanya saja pemahaman akan sebuah nilai dari sebuah pengalaman kehidupan, membawaku untuk memilih keputusan yang sama sekali tidak diharapkan oleh sisi "malas" dari diriku.Romantisme yang dipertotonkan dihadapanku, tidak akan membuatku menyerah dalam sebuah hayalan-hayalan kosong yang hanya nikmat sesaat tetapi tidak sebanding manfaatnya dengan waktu yang habis terbuang.

Tuhan Yesus ajari aq untuk selalu memiliki pikiran-pikiran dan perkataan-perkataanMu.Tidak hanya sekedar menjadikannya sebagai tambahan pengetahuan dan  sekedar pelengkap kualitas diri, tapi meresap kedalam jiwa sebagai sebuah gaya hidup yang memancar dengan sendirinya dengan kemuliaanMu sebagai selubungnya. Bawa mataku untuk tetap tertuju kepada salib dimana segala "sisi gelapku" telah Engkau tanggung.Semuanya "telah selesai" dan yang tersisa adalah tanggung jawabku untuk menyelesaikan apa yang telah Tuhan percayakan kepadaku sampai akhirnya untuk mempertanggung jawabkan segala sesuatunya kepada Dia yang berdaulat penuh atas seluruh kehidupanku.

Akhir kata : kepahitan, kenyamanan, kenikmatan, kesedihan sebagai sebuah siklus yang mengarahkan kepada sebuah pilihan pada akhirnya tergantung pada ketegasanmu dalam membuat keputusan dan kelemahlembutan tertinggi sebagai sebuah karakter penyeimbang yang membawamu dalam sebuah kemuliaan yang lebih tinggi itulah yang akan memancar sebagai suatu yang berharga dari sebuah perjalanan hidup yang tidak akan terlupakan.

Never Give Up Tunta, I believe what do you believe :)

“Selamat Datang Neo-Orde Baru”

Thursday, May 18th, 2006

"Gajah Mati meninggalkan gading, Macan Mati
meninggalkan Belang, Soeharto Lengser meninggalkan "Masalah"..

 

Om Soeharto, begitulah saya memanggilnya :). Dikenal dengan
tangan besinya yang membuat Negeri ini "terkesan" modern dengan
Kemajuan Pembangunan di masa pemerintahannya.Selain itu Om ini dikenal sebagai
Bapak Pertanian dengan "jargon" swasembada pangannya… Bagi
makhluk-makhluk yang tidak senang tantangan dan senang di nina bobokan dia
adalah Sosok yang pantas dielu-elukan.Pada masa pemerintahan

Om

ini negara

Indonesia

damai, tentram dan sentosa bahkan cukup dihormati oleh dunia (penjilat-penjilat
yang pura-pura kalem untuk menghisap kekayaan alam

Indonesia

).Namun
kenyataannya apa??? Tahun pertama dia menjabat kita mengetahui ada pelanggaran
HAM besar-besaran terhadap Tapol PKI (yang terbukti di bali ada ribuan orang
yang mati tanpa ada proses hukum), Belum lagi pelanggaran-pelanggaran Ham
lainnya seperti tanjung priok, PETRUS, Diponegoro Berdarah , Mei kelabu, DOM Aceh,
PAPUA, Tim-tim, etc.. Bau darah merupakan sesajen yang manis untuk
melanggengkan kekuasaannya.Bahkan sebelum turun pun Banyak darah manusia
dikorbankan sebagai tumbal perayaan lengsernya Om satu ini.Selain itu masalah
lain adalah masalah "utang" yang bejibun yang diwariskannya kepada
generasi kita, dan imprealisme berwajah baru dalam bentuk "capital"
yang menjerumuskan negeri ini kedalam penjajahan model baru..Hebatnya

Indonesia

yang memiliki hutang yang bejibun ini dibuat "iri" dengan masuknya
Soeharto dalam jajaran elit "orang terkaya di dunia".. Ckckckc.. Aneh
bin ajaib

kan

????

 

Masalah terbesar yang diwariskan "Om kita" ini
adalah nasionalisasi "Budaya Korupsi" yang sudah terisistemisasi
dengan baik dalam struktur pemerintahan maupun struktur masyarakat.Sehingga
tidak berlebihan jika banyak orang mengatakan "Om" kita ini sebagai
iconnya "Korupsi" di Indonesia.Jika hal tersebut diuji kebenarannya
maka kemungkinan sang pembuat statement akan disalahkan (pencemaran nama baik) karena hal tersebut belum ada
keputusan hukum yang mengikat.Sehingga bisa dikatakan itu hanyalah
"mitos" ataupun kabar burung sebagai penambah ranah hiburan
masyarakat :)..

 

Benarkah demikian?? Akhirnya Mantan Pemimpin kita ini
ditetapkan melalui TAP MPR agar diadili (setelah perjuangan panjang dan
melelahkan oleh para mahasiswa).Sebagai tindak lanjutnya adalah penyelidikan
perkara ini dan ditemukan unsur melawan hukum dalam hal "korupsi dana
yayasan".Kemudian dimulailah jalan panjang proses hukum mulai dari
penyelidikan dan penyidikan oleh Kepolisian, kemudian berkas perkaranya
diajukan kepada Kejaksaan dan bermuara pada Penuntutan di Muka
Persidangan.Apakah Sang Maestro kita ini dapat dijerat secara hukum??? Ternyata
luar biasa, masih banyaknya kekosongan norma hukum di negeri ini menbuka
peluang bagi Soeharto untuk lolos.Dalam berbagai kesempatan sebagai rangkaian
prosedural Hukum Acara di Pengadilan untuk memeriksa perkaranya, Soeharto
berkali-kali tidak bisa hadir dengan alasan "sakit" sehingga Acara
persidangan tidak dapat dilanjutkan.Oleh karena beliau sakit, maka Mahkamh
Agung mengirimkan keputusan kepada Kejaksaan Agung agar Soeharto diobati hingga
sembuh agar persidangan dapat dilanjutkan.Namun yang anehnya dalam beberapa
kesempatan Soeharto ternyata masih terlihat segar bugar misalnya pada saat
ketika Soeharto bertemu Mahatir Muhamad dan menjadi saksi ketika perkawinan
salah satu cucunya.Mungkin karena inilah kemudian Jaksa Agung mengatakan akan
membuka kembali perkara ini. :)…

 

Muzizat kembali terjadi, tidak lama setelah pernyataan itu
Soeharto tiba-tiba dilarikan kerumah sakit dengan keluhan gangguan
pencernaan.Setelah dirawat di rumah sakit itulah maka media "ramai"
memberitakan mengenai hal ini dan kembali mengeksposenya secara
besar-besaran.Momentum ini tidak disia-siakan oleh Yusuf Kalla (salah satu
koleganya :)).Kesempatan ini dimanfaatkan untuk menjenguk "Mantan
Bosnya" ini (sungkeman :)).Dan setelah keluar dari ruang perawatan
Soeharto, tiba-tiba keluarlah pernyataan dari Yusuf kala  bahwa "lebih baik" kasusnya tidak
usah dilanjutkan lagi (Dapat wahyu apa di "ruang keramat" itu
pak???).. Setelah pernyataan itu keluar gegerlah seluruh negeri ini.Yang tidak
mengejutkan setelah itu Junior Soeharto
yaitu "Presiden SBY" berencana akan mengendapkan perkara ini.Namun
akan dikaji lebih dahulu secara hukum langkah-langkah apa yang digunakan.Selain
itu ada juga pengumuman dari Tim Dokter Soeharto bahwa ada kerusakan otak dari
Suharto dan kemungkinan tidak dapat disembuhkan lagi.Selanjutnya SBY mengemukakan
pilihan-pilihan hukum yang mungkin muncul seperti rehalitasi, amnesti, abolisi
(diMaafkan????).Ckckck logika hukum apa pula ini????Bukankah wewenang mengenai
status hukum Soeharto masih dalam yuridiksi kewenangan Badan Yudikatif???

 

Dari kasus ini ternyata ada dua hal menarik yang menjadi
masalah yang saling tumpang tindih

 

1.Hukum

Menurut asas peradilan bahwa diharuskan adanya suatu
peradilan yang adil ("Fair Trial") bagi terpidana untuk menjamin
hak-haknya secara hukum dan dilindungi juga asas Equlity before the Law untuk menghidari adanya
keistimewaan terhadap seseorang.Terkait dengan sakitnya Soeharto, memang dalam
hal ini dia tidak bisa dihadirkan di permuka persidangan.Sehingga keterangannya
di muka sidang tidak dapat didengarkan.Jika dilanjutkan akan melanggar asas
fair Trial.Namun pertanyaan dalam pembuktian perkara pidana nilai kekuatan
pembuktian dari "terdakwa" berada pada posisi terbawah dalam urutan
alat bukti.Sehingga untuk menggali fakta-fakta hukum Hakim dapat menggunakan alat-alat
bukti lain sebagaimana yang digariskan oleh KUHAP bahwa Hakim harus mendasarkan
putusannya minimal melalui 2 alat bukti dan "keyakinan hakim??? Selain itu
mengenai perlindungan hk-haknya dalam melakukan pembelaan, dalam hal ini
Suharto sudah memberikan hak-haknya kepada Kuasa Hukum yang tentunya sejak
masuknya perkara ini ke kepolisian sudah memiliki materi hukum yang cukup
sebagai dasar pembelaan???Keanehan lainnya adalah dimungkinkannya peradilan
"in absentia" dalam Peradilan
Khusus Korupsi.Kenapa justru alternatif yang keluar adalah
Pemaafan/Pengendapan?????

Pernyataan yang lucu lagi dari seorang "Jaksa
Agung" bahwa akan diselidiki mengenai kemungkinan menggunakan jalur
perdata untuk menyelamatkan aset-aset negara.. Bagaimana mungkin bisa
dilanjutkan ke perkara perdata sedangkan SKP2 sudah dikeluarkan dan hal ini
berarti bahwa perkara pidananya tidak "incraht" sehingga dasar apa
yang digunakan untuk melanjutkan ke perkara perdata?? Bukankah ini perkara
"korupsi".. Buktikan dulu sudah terjadi korupsi, baru aset-aset bisa
diselamatkan… Jika SKP2 sudah keluar, maka Kuasa hukum Suharto berhak meminta
kembali barang-banrang sitaan yg disita negara.Jika sudah dikembalikan
bagaimana mau melanjutkan perkaranya???Apakah kita sudah digoblok-goblokin oleh
"Politikus-politikus itu??? Jika demikian maka jelaslah masalah
"hukum" ini sudah dibelokkan menjadi masalah politik….

Jika Hukum sudah dicampur adukkan dengan Politik, jangan
salahkan jika Rakyat membuat Pengadilannya Sendiri

 

2. Masalah Politik.

Pernyataan salah satu kuasa hukum soeharto dalam suatu
dialog interaktif di TV mengatakan bahwa kenapa keluarnya SKP2 Suharto diributkan,
sedangkan SP3nya Brunai Gatenya Gus Dur ga ada yang ribut?

 

Dari pernyataan itu ada suatu pesan tersirat, yang
mengindikasikan bahwa Suharto "tidak rela dihukum sendirian".Artinya jika proses hukum dilanjutkan maka
kemungkinan jaringan-jaringannya pasti ikut diseret oleh dia juga.Jika demikian
apakah jaringannya itu sekarang ada juga di pemerintahan??Atau masih dalam oligarki
elit politik negara kita??Mungkin saja hal tersebut terjadi.Namun yang pasti
dengan pilihan hukum yang diambil seperti ini menimbulkan suatu preseden yang
buruk dalam proses terciptanya suatu Supremasi Hukum di bangsa ini dengan
menggunakan Momentum Pemberantasan Korupsi.

 

Kenapa Demikian?? Sebab simbolnya saja tidak bisa dijerat
bagaimana "generasi penerusnya dijerat???"…Cara-cara yang sama bisa
dijadikan sarana untuk lolos dari jeratan hukum…Sehingga Hukum tetap saja “Impoten”
dibalik keperkasaannya.

 

Maka jika demikian faktanya, maka

Indonesia

akan menganut ide Marxis bahwa: "Hukum merupakan alat Politik"… Jika
hal itu terjadi melalui tulisan ini saya
mengatakan “Selamat Datang Neo-Orde Baru”

Ask God (1)

Tuesday, May 16th, 2006

God…
Malem ini kenapa pikiran "itu" terputar kembali dan rasa yang sama keluar lagi.Ini artinya apa?Haruskah hal tersebut dibereskan? Sudah tiga kali, dan kalau terulang lagi tidak mudah untuk kembali pulih…Tapi kenyataannya jauh dari kehendak-Mu, melainkan hasratku yang selalu "sok tau" dan keras kepala.Hanya pembelaanku kenapa seolah-olah setiap jawaban harus kucari "sendiri"???

I miss the time when we talked free and no gap between us.Like father and son.I know i have done something wrong decision about my life style, but i need some conclusion to finished that.You know Lord thats realy hard for me, and always the same case and same situation.So How Lord????

I want fly like the eagle with you to impact others people.But i need some lesson to make that come true.Its not from me but from You Lord.I dont know why this time i dont feel something new, but same like "yesterday".What happen to me Lord???

The time is different and no time to relax.That’s why i need someone to suport me.Whose one Lord? I has felt that momment will same as Yesterday.And I’m will hurt again.Apakah gw akan melakukannya???

Bagaimana Tuhan????

“Kuterpaku”

Sunday, May 7th, 2006

KUTERPAKU
Music by GMB, lyrics by Sidney Mohede
Copyright 2006 © GivingMyBestMusic/TrueWorshippers Prod.

Dalam rembulan
Dalam cahya mentari
Digelap badai
Dan indahnya pelangi

Dalam tangisan
Dan wajah berseri
Kan kutemukan
Kasih terbesar bagi dunia ini

Diam kuterpaku
Dan kutakjub akan kasihMu
Yang tergores indah
Dalam anugerah
Hatiku milikMu
Indah kuterkagum
Dan kubawakan hidupku
Kau membuat hatiku
Menjadi baru
Bahagia kumengenalMu

Bridge:
Kuterpaku… melihatMu
Kuterkagum… memandangMu

“Dialog dengan diri sendiri”

Tuesday, May 2nd, 2006

Hari ini tumben tidak ada hal berguna yang aq kerjakan..
Hanya beristirahat dan sedikit membaca..
Tapi kok rasanya tetap ada saja yang kurang..
Ternyata pikiran ini belum terbebas dari belenggu aktvitas yang membosankan..
Namun kebosanan itupun belum diketahui akar permasalahanyna..
Apakah mungkin karena tidak ada hal baru??
Am I being Spin Doctor today??
Heheh jadi teringat percakapan kosong itu..
Aneh bin ajaib, logika aq gak nyambung dengan diskusi pendek itu..
Sempat mulai memasuki dunia penalaran namun ketika hampir ereksi eh tiba-tiba moodnya hancur deh..
Jadi kangen dengan diskusi dengan seorang Atheis beberapa hari yang lalu..
Tumben aq menciptakan kalimat seperti ini:
"Menggali dari reruntuhan keberadaan, dan menyusunnya sampai menjadi suatu keberadaan dengan menggunakan penalaran.."
Hmmm…
Menarik juga, ketika pikiran ini bisa bebas..Banyak hal baru yang aq dapatkan..
Tapi…
Back to the topic…
Mungkinkah hal ini disebabkan lingkungan??
Dilematis sekali keputusan yang harus diambil, jika pokok perkara diarahkan pada subyek itu…
Mungkinkah harus mencoba mencari alternatif baru dalam kesendirian??
Apakah itu adalah jawaban yang tepat dan bijaksana??
Tetap harus diperhitungkan untung dan ruginya.. Akhir kesimpulnnya pasti … :)…
Oh God, semakin membingungkan saja…
Masih ada nilai-nilai dalam hati yang membuatku tidak tega melakukannya..
Meskipun kalau dihitung-hitung kerugian banyak dibebankan kepada aq…
Jadi harus bagaimana??
Cari alternatif laen??
Jawaban yang paling logis adalah mulai memperketat penggunaan waktu seefisien mungkin  dan memperhatikan asas kemanfaatan..
Waktunya sudah tidak banyak.. Jika aq gagal mengelolanya, maka  jangan menyesal jika apa yang engkau takutkan menjadi kenyataan…
Walaupun memang masih ada harapan bahwa Tuhan tetap memberikan yang terbaik, meskipun di padang gurun sekalipun :) Keep on ur spirit man…
Lets Fight :)