Archive for February, 2006

“Pikiran yang tak terlaksana”

Tuesday, February 28th, 2006

Ternyata jauh dari perkiraanku..
Tuhan berbuat sesuatu yang menarik..
Tidak ada luka..
Tidak ada air mata..
Tidak ada benci..
Yang ada adalah Pengertian..
Yang mendewasakan dan menambah kebijaksanaan…
Senyum yang keluar, membakar gairahku..
Malam ini benar-benar indah..
Terima kasih Tuhan…
Bimbing dan ajar setiap sisi gelapku..
Yang masih belum diterangi oleh cahaya KasihMu
Setiap kemungkinan-kemungkinan..
Yang telah dihitung oleh hikmat manusia..
Hanya dalam sekejap..
Tiada artinya dibandingkan dengan cara-Mu
yang membuatku semakin yakin..
bahwa Engkau masih berada didekatku
dan buktikan bahwa cintaMu selalu tercurah atasku….

“Rhema Sang Pecundang”

Saturday, February 25th, 2006

Ada suatu cerita tentang seekor makhluk yang guoblognya minta ampun..
Dibilang idiot mungkin keterlaluan, tapi memang dia sudah sangat keterlaluan dalam melewati hari-harinya….
Kita namakan dia si Pecundang..
Selalu saja Pecundang ini berbuat kesalahan yang sama..
Bahkan dia membawa dirinya dalam posisi yang selalu mempermalukan dirinya dan membunuh karakternya..
Dan suatu waktu segala memuncak dan membuat si pecundang benar-benar depresi…
Pada saat itu mulailah dia berpikir untuk merubah sifatnya yang pecundang itu..
Dan jawaban yang paling logis buatnya adalah "Bertobat"
Maka terciptalah sebuah puisi :

Hai pecundang,
Tidakkah kau sadar,
Bahwa engkau memiliki otak udang..
Makanya engkau selalu bimbang..
dan selalu tidak tenang…
Banyak orang sudah bilang..
Engkau itu hanyalah penghalang..
dan sudah lama hilang,
dan tiada berarti bahkan menjijikkan untuk dikenang…
Bangunlah…
Kembalilah..
Ada tangan yang menantimu disana
Semua orang sudah menolakmu..
Saatnya engkau datang kepadanya..
Atau engkau mau lebih hancur lagi???
Bahkan dunia kematianpun menolak kedatanganmu..
Sekarang jangan sok pintar lagi
Kamu bukanlah hebat
Dan juga tidaklah kuat..
Ayolah buka matamu kawan..
Dan tinggalkan pakaian pecundangmu itu
Karena nasibmu jauh lebih baik dari itu…
Engkau sudah tau itu..
Dan sudah waktunya untuk menyingkirkan pikiran sok taumu…
Bertobatlah..
Bertobatlah..
Dan menyerahlah….

“Happy?” Valentine

Tuesday, February 14th, 2006

Valentine menurut banyak orang adalah hari yang penuh dengan ekspresi kasih sayang.Dalam banyak bentuk ekspresi masing-masing pribadi menyatakan ekspresinya kepada seseorang yang dikasihinya..Dan tentunya hari itu menjadi terasa begitu indah dan penuh dengan warna-warni cinta…

Nah cerita ini begitu bertolak belakang dengan pengalaman gw.Last time i celebrate valentine, I feel hurt in my heart.And this time i feel like the stupid boy from the jungle.Kenapa begitu?Karena gw memberikan sesuatu yang menunjukkan ekspresi hati gw kepada seseorang yang sama sekali tidak suka gw dan gw tau akhir dari semuanya tidak jauh beda dengan yang terdahulu…Dan gw berdoa ini menjadi yang ketiga (tetakhir) dalam hidup gw..

Mungkin ini puisi yang pantas untuk penggambaran situasinya :

Aku tau cinta itu ada
Aku pernah merasakannya
Tapi cinta tidak pernah berpihak padaku
Dan cinta seolah-olah enggan untuk kumiliki
Itulah yang membuatku terbangun dari mimpi ini..
Bahwa tiada cinta yang pantas untukku..
Hingga aku harus tersadar
dan kembali kepada Cinta Sejati
yang telah mengubah hidupku…

Happy Valentine Papa JC, Please come and fill my heart with Your Love

Apakah Benar ada Penegakan Hukum??

Friday, February 10th, 2006

Lets kill all the lawyer, kata pujangga Inggris William Shakespeare.
Konon perkataan itu menjadi yel-yel yang diteriakkan oleh para
pemberontak yang menentang Raja Inggris Henry IV dalam peristiwa yang
dikenal dengan cade’s Rebellion. Rakyat yang menghadapi ketidakadilan
dibuat tidak berdaya oleh para ahli hukum yang senantiasa
mengumandangkan kebenaran normatif. Kebenaran yang dikatakan sebagai
menurut hukum itu oleh rakyat justru dirasakan sebagai sesuatu yang
melawan hati nurani. Dari sisi rakyat, apabila pandangan ahli hukum itu
diterima, maka sama halnya mereka harus menerima penindasan terus
menerus. Akhirnya, pada puncak kebuntuan dan kejengkelan, berteriaklah
rakyat Inggris tersebut. (Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara, 2001)

Situasi itu mungkin akan terulang kembali dinegara tercinta ini.Ketika
dimana-mana rakyat menuntut keadilan ternyata hukum seolah-olah menutup
mata atau bahkan seolah-olah buta melihat segala penindasan yang
terjadi di masyarakat.Kesabaran itu ada batasnya, dan kita lihat
dimana-mana rakyat sudah tidak lagi memperdulikan hukum yang berlaku di
Indonesia.Hukum rimbalah yang cocok untuk situasi ini, mungkin itulah
yang ada dalam benak wong cilik yang sudah muak atas perilaku
penguasa.Para penegak hukum berjanji dimana-mana bahwa hukum akan
ditegakkan dengan berbagai macam teori-teorinya.Tapi dimana?

Setiap mendengar perkataan itu mungkin banyak orang ingin muntah, sebab
bosan menunggu dan menanti kapan semua itu akan terjadi.Justru
kenyataannya yang terjadi di pusat Penegakan Hukum itu sendiri yaitu
Mahkamah Agung berkali-kali kita mendengar bahwa hukum juga diperjual
belikan.Bahkan faktor nonhukum seringkali mempengaruhi proses penegakan
hukum.

Perilaku-perilaku para aktor dunia peradilan yang masih belum bisa
bersikap adil, bahkan less authoritativeness ketika menghadapi pihak
yang memiliki relasi dengan kekuasaan di satu pihak dan more
authoritativeness ketika berhadapan dengan masyarakat kecil di lain
pihak, makin mengukuhkan belum terjadinya lompatan paradigmatik.
Kenyataan ini menandai bahwa kekuasaan masih menjadi panglima, bukan
keadilan dan persamaan di dalam hukum.

Sehingga, secara praktis tepatlah yang dikatakan oleh Marc Galanter
(1970) bahwa “the haves come out ahead”. Dalam konteks teoritis,
kenyataan ini mengukuhkan teorisasi “legal melee” Charles Sampford
(1989) bahwa hukum tidaklah sistematis dan mengalami ketidakteraturan
(legal disorder). Berbeda dengan pandangan ortodok yang menganggap
hukum itu sistematis (law as a system) dan teratur. Artinya, hukum
tunduk pada kekuatan-kekuatan sentripetal yang menciptakan institusi
yang terorganisir, tetapi pada waktu yang sama juga tunduk pada
kekuatan-kekuatan sentrifugal yang menciptakan konflik dan
ketidakteraturan (disorder). (Hari purwadi)

Sampai kapan kita harus menunggu?Darah sudah mendidih dan rakyat sudah
siap untuk menjadi hakim atas semua omongkosong yang dikatakan oleh
penguasa.Atau benarkah ada Penegakan Hukum di Indonesia?Jangan-jangan
bahwa benar "Hukum ada untuk dilanggar"

Daerah Abu-abu

Friday, February 10th, 2006

Ada firman Tuhan yang mengatakan jika "Ya" katakan "Ya" dan jika
"tidak" katakan "tidak".Seharusnya itulah yang menjadi integritas
seorang Kristen.Memiliki ketegasan dalam menyatakan sikap tanpa harus
tedeng aling-aling.

Namun terkadang ada hal-hal yang memiliki banyak sekali pertimbangan
sebelum mengatakan sikap terhadap hal tersebut.Apabila kita melihat
satu sisi dikatakakan baik dan sisi lain dikatakan tidak.Dan kita ragu
mengatakan bahwa itu sebenarnya baik atau tidak.Dalam hal ini terkadang
kita mengambil jalan tengah yaitu tergantung dari sudut pandang mana
kita menilai.Inilah area yang sering disebut area abu-abu dan
seringkali banyak orang terjebak didalamnya.

Contohnya saja jika kita berbicara mengenai pornografi, perjudian,
lokalisasi, etc..Sebagai seorang Kristenpun terkadang kita akan sulit
mengatakan bahwa hal tersebut tidak boleh.Jika demikian maka area
abu-abulah yang menjadi pilihan kita.Jika demikian apakah area abu-abu
ini merupakan suatu pilihan yang tegas?Bertentangankah hal ini dengan
KeKristenan???

Bahkan untuk menjawab hal ini pun mungkin kita akan menjawab pada posisi "Abu-abu"

Whats Wrong with Human?

Friday, February 10th, 2006

Hari ini saya sempat ngobrol2 dengan sister harvest…
Ada suatu pertanyaan yang menggelitik yang muncul ketika sister harvest
memberikan sharingnya kepada saya, kenapa yah manusia suka yang
aneh-aneh…
Tuhan sudah kasih banyak pohon untuk manusia nikmati, eh malah ngotot
berontak sama Tuhan dan makan buah dari pohon terlarang padahal waktu
itu hidupnya sudah enak…
Manusia sudah dilarang untuk berzinah, taunya free sex makin merajalela..
Manusia sudah dilarang untuk mencuri, tapi tangan manusia tetap gatal ingin ngambil punya orang laen…
Bahkan Tuhan sudah kasih keselamatan yang cuma-cuma lewat Kristus eh taunya milih kesenangan dunia…
Tapi yang lebih aneh tuh manusia juga suka kagak tau kalau dirinya itu aneh…
Bahkan merasa bahwa dirinya baik-baik saja..
Dan merasa semuanya adalah hal yang biasa..
Kelaparan itu biasa
Kesedihan itu biasa
Perang itu biasa
Kelahiranan itu biasa
Kematian itu biasa
Dosa itu biasa
Bahkan keselamatan itu biasa

Kalau mungkin Iblis bisa mengajukan pertanyaan melihat manusia yang
aneh itu begitu dikasihi Allah tapi masih tetap keras hati walaupun
diberi banyak kesempatan oleh Tuhan (beda dengan dirinya).Mungkin saja
dia bertanya, whats wrong with human?
Why human very special in God Eye?
Why human always ask why???

What I Can Say About Future???

Thursday, February 9th, 2006

Ada pertanyaan yang cukup meyentak yang diberikan oleh seorang sahabat saya, bunyinya : "Nta sebenarnya Visi dalam hidup loe apa?"
Visi? Tanpa ini seseorang hanya sekedar melangkah dan tidak memiliki tujuan.. Bahkan dia tidak sadar bahwa ternyata dia sudah melangkah.. Ketika sudah jauh berjalan, maka baru timbul penyesalan bahwa ternyata jalan yang ditempuh merupakan suatu kesalahan..

Memang 3 tahun ini kehidupanku mulai tidak tertib, visi hidupku mulai terlupakan dibawah alam sadar.. Hingga kekuatiran mulai menyerang dan menerjang membunuh pondasi karakter yang susah payah dibangun beberapa Tahun ini…

Bahkan kawan-kawanku sendiri sudah banyak memberikan penilaian yang buruk mengenai sikap dan tingkah lakuku (meskipun tidak terbukti benar tetapi aq harus terbuka untuk setiap kritikan)..
Setiap manusia memberikan penilaian sebelum menjalin hubungan..Sebenarnya aq sudah muak dengan filosofi ini…Karena justru hal ini membuat manusia menjadi munafik dengan segala topeng-topengnya…

Terkadang saya iri, melihat orang yang bisa dengan bebas menilai diri saya namun saya sendiri tidak bisa dengan bebas menegur seseorang.. Karena saya tau bahwa tidak semua orang seperti saya yang tidak tersinggung diperlakukan demikian.Saya seringkali mengalami pelecehan dalam hal karakter maupun idealisme.Namun dampaknya tidak sebesar ketika saya mengalami kehilangan visi…

Pandangan mata saya mulai kabur, dan perilaku saya mulai ngawur… Dan ketika pikiran menggali kedalam pokok ide dari visi yaitu tentang masa depan.. Maka jawabannya bodoh yang keluar adalah What I can Say About Future???

Saya ingin bebas
Melangkah dan terbang
Bersama dengan ide dan cita-cita
Saya ingin berontak
dari nilai-nilai yang membelenggu
setiap diri manusia
Hai jiwaku, jadilah dirimu seperti singa
yang tetap kuat meskipun darah sudah tercurah
Tidak ada penyesalan karena semaunya itu hanya bualan
Saatnya untuk menata dirimu
Kembali seperti dulu
Menjadi Seorang Pribadi Yang Merdeka
Dan Selalu haus dengan Karya dan Cipta
Dan Pengabdian Tanpa harus menuntut apa-apa…
Bangunlah dari tidurmu..
Bangkitah dari kasurmu..
Waktumu tidak panjang….
Karena dirimu tidak diciptakan untuk sesuatu yang biasa
Tetapi untuk sebuah tujuan yang mulia

“Kenapa Harus Ngutang??”

Thursday, February 9th, 2006

Bagi para Apers yang pernah menjadi anak kost-kostan tentu saja pernah
merasakan suatu waktu tidak punya uang sama sekali.Waktu itu uang
kiriman orang tua sudah habis, sedangkan jadwal kedatangan uang masih 1
minggu lagi.Padahal kita sama sekali belum memiliki pekerjaan karena
masih menempuh pendidikan ditingkat universitas, dan tentu saja kita
akan tergantung pada kiriman orang tua.Ini merupakan masalah yang harus
dicarikan jalan keluarnya karena waktu 1 minggu itu juga membutuhkan
biaya-biaya yang tidak mungkin diabaikan.Salah satunya kita butuh
makan.Gak mungkin kan kita puasa 1 minggu?Solusinya mungkin minta lagi
ke orangtua atau minjem duit pada temen kita (ngutang).Biasanya nih
anak kost-kostan memilih pilihan kedua karena mau minta ke orangtua
lagi malu.Jadi ngutang deh dan kita kembali aman dalam 1 minggu kedepan.

Mungkin utang yang dilakukan seperti contoh diatas adalah hal yang
lumrah.Karena toh dia juga belum bekerja jadi belum mempunyai
pengasilan sendiri.Tapi utang yang satu ini bener-bener luar
biasa.Utang ini dilakukan oleh sebuah negara yang kaya raya.Segala
macam hasil bumi ada di negara itu, emas,perak,minyak bumi,kayu-kayu
olahan. pokoknya semuanya ada dinegara ini.Bahkan penduduknya tergolong
termasuk kategori amat banyak bok…Tapi lucunya negara kaya itu justru
harus memiliki beban hutang yang sangat banyak.Bahkan sepertinya hutang
adalah sebuah hobby.Sehingga tidaklah heran negara itu sekarang
seolah-olah seperti negara yang diisi budak-budak yang dicocokkan
hidungnya tanpa bisa berbuat apa-apa.Kekayaannya disedot oleh
negara-negera lain dan tidak bisa dinikmati oleh rakyatnya.Bahkan untuk
mati saja rakyatnya tidak memiliki tempat perhentian
terakhir.Manajemennya amburadul, padahal sudah berapa banyak sarjana
yang diciptakan negeri ini?Ada berapa sekolah dan universitas yang
sudah berdiri?Tapi semuanya seolah-olah hanyalah formalitas
belaka.Sekarang negara ini menjadi negara terjajah, terjajah oleh
hutang-hutangnya yang banyak itu.Tapi ada pertanyaan menarik, apakah
pemimpin yang dulunya memutuskan untuk berhutang kepada negara lain
tidak memikirkan dampaknya pada negara ini jika harus berhutang.Atau
minimal memikirkan pertanyaan seperti anak kecil yang bertanya kepada
ibunya kenapa ada hujan,paling tidak bertanya kenapa harus Ngutang?

Atau jangan-jangan untuk bertanya saja tidak mampu, apalagi mencari jawabannya?????

“Pendidikan Perlukah”

Thursday, February 9th, 2006

Sebenarnya pertanyaan ini muncul setelah membaca thread Pendapat teman-teman tentang S2 (http://www.akupercaya.com/forum/show…705#post195705) dan Program S1 non skripsi ditambah dengan pengamatan dan perenungan terhadap fenomena-fenomena yang terjadi dalam dunia ini.


Apabila kawan-kawan hitung dan cermati ada berapa banyak
universitas-universitas dan sekolah-sekolah yang ada di dalam dunia
ini?? Banyak bukan? Selain institusi resmi tersebut ada juga institusi
non -formal yang memberikan pendidikan-pendidikan bagi masyarakat
banyak.

Namun sejak zaman purba hingga manusia mengenal apa yang namanya
ilmu pengetahuan yang kemudian diajarkan dalam bentuk pendidikan justru
dunia ternyata tidak berubah menjadi lebih baik.Kemiskinan, kekerasan,
kelaparan, peperangan, pembunuhan yang juga dialami oleh manusia purba
ternyata juga masih ada di dunia zaman sekarang padahal orang dengan
mudahnya dapat memperoleh pendidikan.Yang lebih aneh lagi manusia tidak
memiliki kecenderungan berubah pola pikirnya menuju sesuatu yang lebih
baik namun cenderung destruktif.

Coba kita lihat semakin pintar manusia
justru terjadi eksploitasi alam secara berlebihan sehingga terjadilah
polusi dan bencana alam seperti banjir, lapisan ozon menipis dan lain
sebagainya.Selain itu juga Tuhan pun di eksploitasi untuk membenarkan
dirinya sendiri bahkan untuk membunuh sesamanya atas nama Tuhan…Dan
pelakunya sebagian besar (bahkan kebanyakan) orang-orang yang telah
mendapatkan pendidikan.


Jika demikian apakah pendidikan yang seharusnya dapat merubah pola
pikir manusia menjadi lebih baik ternyata justru membuat manusia
menjadi semakin jahat?


Bertolak dari hal tersebut dalam tulisan ini saya juga coba mengajukan
pertanyaan kepada kawan-kawan apakah pendidikan membuat dunia lebih
baik?
Kalau begitu seberapa perlukah pendidikan itu bagi perubahan peradaban manusia???

“Hedonisme-Kanker Bagi Kehidupan KeKristenan”

Thursday, February 9th, 2006

Carpe Diem, Quam Minimum Credula postero.
“ Raihlah hari ini, jangan terlalu percaya pada esok."
(Quintus Horatius Flaccus)

Hedonisme (hedone dalam bahasa Yunani berarti kesenangan) sebetulnya
sudah muncul sejak abad ke-4 SM. Bagi para hedonis, yang sungguh baik
bagi manusia adalah yang memberi kesenangan. Bukankah sudah sejak kecil
manusia selalu merasa tertarik akan kesenangan? Bila kesenangan sudah
tercapai, ia tidak akan mencari sesuatu yang lain lagi.

Adalah filsuf Epicurus (341-270 SM) yang memopulerkan paham hedonisme,
suatu paham yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi adalah
tujuan yang paling utama dalam hidup. Filsafatnya dititikberatkan pada
etika yang memberikan ketenangan batin. Kalau manusia mempunyai
ketenangan batin, maka manusia mencapai tujuan hidupnya. Tujuan hidup
manusia adalah hedone (kenikmatan, kepuasan). Ketenangan batin
diperoleh dengan memuaskan keinginannya. Manusia harus dapat memilih
keinginan yang memberikan kepuasan secara mendalam. Hedonisme sebagai
suatu “budaya” yang meletakkan dimensi kepuasan materi sebagai suatu
tujuan utama memicu dan memacu pemanfaatan alam dan atau melakukan
aktivitas hidup yang jauh dari dimensi spiritual (moralitas).

Kesadaran akan nilai-nilai etika dan moralitas yang rendah dalam
mencapai tujuan hidup memberikan kepuasan sesaat, dan dampak negatif
yang berjangka panjang.Menurut filsuf Aristipus of Cyrine (435-366 SM),
sesungguhnya kesenangan merupakan rasa dari watak yang lemah lembut dan
merupakan tujuan yang sebenarnya dari kehidupan. Semua kesenangan
nilainya sama, tetapi berbeda dalam tingkat lamanya, kesenangan harus
dikendalikan oleh akal. Pengendalian melalui mekanisme pemikiran (akal)
tidak lain adalah usaha “rasionalisasi” keadaan yang didasarkan atas
upaya penyesuaian antara keinginan sebagai tujuan dengan penyesuaian
melalui pendekatan moral/etika terhadap nilai-nilai sosial dan
spiritual. Keadaan demikian menjamin tercapainya keseimbangan antara
tujuan material dan spiritual, sehingga secara individual tercapai
kepuasan batin yang sempurna.

Menurut Aristoteles (384-322 SM), Tujuan terakhir perbuatan manusia dan
yang diinginkan oleh semua manusia adalah kebahagiaan (eudaimonia).
Kebahagian yang tertinggi bagi manusia terletak dalam perwujudan dan
kesempurnaan dari perbuatan itu sendiri. Menurut aristoteles, ada dua
macam keutamaan, yaitu keutamaan akal (dianoetikai) dan keutamaan etis
(etikai). Keutamaan akal menyangkut cara berfikir yang tepat, yang
nilainya lebih tinggi daripada keutamaan etis. Keutamaan ini terdiri
dari lima hal yaitu phronesis atau dasar kesusilaan, tehne atau kecapan
seni, episteme atau ilmu pengetahuan, nus atau pengertian asas dan
sophia atau kearifan. Akal, rasa, kehendak berperan dalam perbuatan
susila. Akal memberikan norma terhadap perbuatan yang tepat dan susila,
kehendak menetapkan pilihan yang baik dan rasa menyesuaikan kepada
kehendak dan akal sehingga manusia merasa senang terhadap perbuatan
yang dilakukan. keutamaan kesusilaan terletak diantara dua kutub yang
saling berlawanan, yaitu hyperbole dan eleipsis. Hyperbole ialah
terlalu banyak, dan eleipsis terlalu sedikit. Keutamaan yang terletak
ditengah bersifat dinamis, senantiasa menuju kesempurnaan yang lebih
tinggi. Pertengahan yang tepat berarti kesesuaian perbuatan dengan
norma kesusilaan yang diberikan oleh akal.

Namun dalam perbuatan ini juga manusia memiliki kehendak bebas dalam
memilih tindakannya.Kehendak manusia itu merupakan binatang di antara
dua kubu. Jika Tuhan singgah di situ, dia berhasrat melakukan kehendak
Tuhan. Tapi, jika setan yang singgah, dia berhasrat melakukan kehendak
setan. Jadi manusia tidak memiliki kehendak bebas, karena dia adalah
budak dan pelayan yang baik bagi kehendak Tuhan maupun keendak
setan.("Deservo Arbitrio", Martin Luther).

Hal ini tentunya mengakibatkan secara sadar ataupun tidak sadar manusia
bisa saja terbuai oleh kesenangan sesaat yang ditawarkan oleh apa yang
dinamakan hedonisme itu sendiri.Dan apabila hal ini merasuk kedalam
sendi-sendi keKristenan tentunya kematian rohani tidak bisa terelakkan
lagi..Hedonisme itu sendiri tidak dapat dipungkiri sudah merasuk
kedalam kehidupan gerejawi.Ada berapa banyak Anak Tuhan yang jatuh
dalam Sex bebas,Narkoba, Alkohol,Nikotin,Rokok,Korupsi,hidup pesta
pora?Cobalah berbicara sekali-kali tentang kepedulian sosial,
kelaparan, penanggulangan anak jalanan di hadapan
remaja-remaja/pemuda-pemuda Kristen..Mungkin yang tertarik bisa
dihitung dengan jari.Bandingkan dengan perbincangan mengenai
games,gosip, atau perbincangan tentang World Cup yang akan diadakan
tahun ini.Atau kita lihat fenomena KKR yang kebanyakan dihadiri oleh
orang Kristen sendiri..Sehingga wajar saja seseorang itu bertobat dan 1
jam kemudian kumat lagi dan kemudian datang ke KKR untuk bertobat
lagi…Selain itu kebaktian-kebaktian yang dihadiri oleh Pendeta
terkenal lebih penuh dari pada pendeta yang baru saja merintis dalam
dunia pelayanan.Hal ini justru mengeluarkan sosok Kristus sebagai yang
terutama dan digantikan dengan tokoh-tokoh Karismatik yang dianggap
menyenangkan oleh jemaat, bahkan bisa dipuja secara luar biasa
seolah-olah setiap perkataannya adalah suara Tuhan..Belum lagi
eksklusifitas yang menciptakan egoisme dalam denominasi-denomasi gereja
yang seringkali menyebabkan perselisihan karena satu sama lain saling
menghakimi dan merasa benar sendiri…Sehingga tidak heran ada Anak
yang Hilang justru di dalam komunitas Anak-anak Terang..Bahkan yang
paling menyedihkan terjadinya pengkerdilan akal sebagai dasar
pembenaran bahwa iman yang terutama ketika semua borok-borok yang
diakibatkan oleh Hedonisme itu terungkap secara sistematis yang
dibuktikan oleh fakta-fakta yang terjadi dalam kehidupan KeKristenan
itu sendiri..Pernahkah kita bertanya kenapa tetangga saya belum
bertobat, padahal dimana Anak Tuhan berada dia membawa terang bagi
lingkungannya…Atau bertanya apakah yang terjadi dengan saya, sudah 6
tahun menjadi Kristen tetapi bersaksi tentang Kristus saja tidak pernah
(bandingkan dengan kehidupan jemaat mula-mula dalam Kisah para
rasul)…Atau jangan-jangan fokus kehidupan saya bukan Kristus, tetapi
justru kesenangan yang ditawarkan dunia ini..Mungkin uang, pekerjaan,
keluarga, Makanan, Minuman, Hiburan, atau Sex??

Saatnya kita buka mata dan buka hati, sebab tidak ada satupun yang
disediakan didunia ini memberikan kita kepuasan kekal.Oleh karena
itulah maka ada Firman Tuhan yang mengatakan Carilah dahulu kerajaan
Allah dan kebenaranNya maka semuanya ditambahkan kepadamu… Jika tidak
Hedonisme ibarat kanker yang perlahan namun pasti menggerogoti tubuh
Kristus (dalam hal ini Anak Tuhan) yang akibatnya adalah kematian
rohani yang ujungnya kematian kekal