Beberapa waktu yang lalu saya
mengikuti sebuah perlombaan menulis artikel disebuah forum diskusi.Ini
merupakan pengalaman pertama saya dalam mengikuti sebuah perlombaan menulis
artikel sehingga tentu saja saya sangat bersemangat dalam mengikutinya.Akan
tetapi karena keterbatasan waktu, artikel ini saya buat hanya dalam waktu 3 jam
sebelum lomba ditutup dan tentu saja hasilnya tidak melalui proses editing dan
perenungan makna lebih dalam.Namun cukup mengejutkan awalnya artikel ini
mendapatkan respon yang lumayan dari pembaca.Hingga akhirnya ada salah seorang
juri yang mengatakan bahwa karya saya dikatakan merupakan hasil plagiat dari
karya orang lain.Jujur saja hati saya “Tersinggung” dengan pernyataan salah
seorang juri tersebut, sebab kutipan yang saya cantumkan saya berikan keterangan
mengenai penulis aslinya, apalagi memang forum tersebut tidak memiliki fasilitas
untuk mengakomodir penggunaan footnotes.Tentunya sebagaimana manusia pada
umumnya, ketika mendapatkan serangan langsung yang tertuju pada dirinya, nalurinya
akan meresponi dalam bentuk pembelaan diri.Sehingga mulailah saya tertarik untuk
mencari tau mengenai apa itu plagiarisme.
Menurut saya plagiarisme adalah
suatu keadaan dimana seseorang yang dalam karyanya menggunakan
informasi, data-data, hasil penelitian orang lain, simbol-simbol, tulisan, gambar
dan lain sebagainya yang bukan merupakan hasil karyanya sendiri namun tidak memberikan
penjelasan darimana dia memperolehnya sehingga seolah-olah menimbulkan image
bahwa hasil karya orang lain yang terdapat dalam karyanya merupakan hasil
pemikiran "asli" dari orang tersebut.Sebagai pembanding kita bisa
melihat definisinya di http://id.wikipedia.org/wiki/Plagiarisme dan http://72.14.203.104/search?q=cache…risme%22&hl=en)
Sehingga dari definisi tersebut dapat diuraikan unsur-unsur plagiarisme yaitu:
1.Penggunaan karya orang lain
dalam hasil karyanya.
2.Penggunaan tersebut tanpa
penjelasan mengenai penulis aslinya
Bahkan yang cukup mengejutkan
kasus plagiarisme ini juga terjadi di negara-negara yang memiliki tradisi
ilmiah yang kuat seperti Amerika, Inggris, Kanada (lihat:http://www.iptek.net.id/ind/berita/…_idx.php?id=155,dan,http://dapmalaysia.org/malaynet/lks1037.html)..)
Hal ini merupakan indikasi bahwa
pengaruh Instanisme ternyata sudah sangat kronis, dan telah merasuk kedalam
jiwa calon-calon ilmuwan muda sehingga perlu penanganan yang serius…Adapun
alasan melakukan plagiarisme ini menurut pendapat saya adalah :
1. Terjadinya stgananisasi ilmu
Ada saat-saat tertentu dimana
seseorang kehabisan ide-ide untuk berkarya.Demikian juga ada saat-saat dimana
sebuah generasi kehabisan ide-ide baru untuk proses pengembangan sebuah
ilmu.Pada saat inilah ada kemungkinan seseorang untuk mencari sumber-sumber
lama yang mulai dilupakan orang dan dipublikasikannya lagi sebagai sebuah karya
baru padahal merupakan hasil jiplakan.Apalagi dengan sangat mudahnya mengakses
informasi di dunia internet saat ini hal ini sangat mungkin terjadi…
2.Demi Popularitas
Ada kalanya seseorang menginginkan dirinya
mendapat perhatian yag besar dari orang banyak.Hal ini memang merupakan sesuatu yang manusiawi karena secara psikologis manusia membutuhkannya.Misalnya seorang mahasiswa yang ingin terkenal lalu megambil tulisan
orang lain untuk dimasukkan dalam majalah mahasiswa sehingga sang mahasiswa
dianggap mahasiswa yang kritis dan kreatif.
3.Rendahnya Sumber Daya Manusia
Hal ini terjadi memang karena
kurangnya mutu pendidikan yang diterima dari orang tersebut sehingga ketika dia
mendapatkan suatu hal baru di daerah lain (yang memiliki kualitas lebih baik)
dan ternyata disana banyak hal-hal baru yang tidak dimiliki di daerah asalnya
sehingga muncul keinginan untuk mempublikasikannya di daerah asalnya.Namun
dalam proses publikasi tersebut dia tidak mencantumkan penulis aslinya sehingga
dia dianggap sebagai penemunya…Ada kemungkinan juga ada seseorang yang malas
dan memang bodoh karena rendahnya minat bacanya,namun dikejar tugas-tugas dari
sekolahnya,dan demi nilai terpaksa dia menjiplak karya orang…
Mungkin ada banyak alasan-alasan
lain yang bisa kita diskusikan lebih lanjut tentang hal ini…Yang jelas
plagiarisme merupakan kejahatan besar bagi komunitas masyarakat ilmiah…Hal
ini akan mengakibatkan akan berkurangnya penemuan-penemuan baru bagi kehidupan
manusia….Oleh karena itu perlu adanya pengawasan yang ketat dari masyarakat
sendiri mengenai hal ini.Sebagai contoh dibentuknya sebuah dewan ilmiah yang
memiliki tugas untuk menilai sebuah karya ilmiah dan menguji
keasliannya.Semangat anti plagiarisme paling tepat dimulai dari sekolah-sekolah
dan kampus-kampus karena kebanyakan bibit-bibit plagiarisme muncul
disana….Selain itu plagiarisme amat sangat tidak sehat bagi seseorang yang
dalam hidupnya ingin menjadi "Garam dan terang bagi dunia"….Sebab
hikmat yang berasal dari Allah itu tidak mengajarkan kita untuk mencuri
sebagaimana Plagiarisme merupakan salah satu tindakan pencurian terhadap ide
seseorang….
Namun ada hal lain yang menarik ditanyakan adalah ketika hasil
ringkasan/rangkuman yang dimasukkan dalam karyanya,apakah hal itu dapat
dikatakan bahwa seseorang tersebut telah menjiplak???? Mengenai hal ini bisa
kita diskusikan juga tanpa harus membatasi topik diskusi kita mengenai
plagiarisme..
Oleh karena itu marilah sama-sama menentang plagiarisme.Namun sebelum itu
marilah kita memahami apa itu plagiarisme sehingga kita tidak hanya sekedar
menjadi seseorang yang "Asal Bunyi"…Sehingga kita tidak terjebak
dengan penggunaan istilah secara sembarangan, terutama ketika menilai karya
seseorang.Selain itu juga bagi para penulis bisa mengetahui bahwa menjadi
seorang plagiat itu tidak baik dan tidak sehat untuk pengembangan kemampuannya
dalam hal menulis…
Oh yah, tulisan yang saya ikutkan pada lomba menulis artikel tersebut ada akhirnya menempati posisi kedua.Cukup lumayan untuk langkah awal menjadi penulis handal.Namun memang masih perlu diedit lagi terutama mengenai bagian yang dikatakan merupakan hasil plagiat..
Menulis butuh sebuah keberanian, bukan hanya sekedar omong doank..